Jumat, 18 Januari 2008

TIPS & TRIK...................

Kita semua pasti pernah mengalami rasa kantuk kan?. Seperti halnya aku sering mengalaminya di kantor. Padahal sudah cukup tidur malam, tapi kenapa rasa kantuk itu tetap saja menyerangku.Mungkin karena hampir seluruh waktu kerjaku adalah di depan komputer. Maklumlah seorang akuntan tak pernah bisa lepas dari yang namanya komputer.Mata kadang "sepet" (kantuk yang amat sangat). Saat terserang begini biasanya aku minta tolong office boy untuk bikinin aku kopi atau teh panas. Atau aku pergi jalan-jalan di sekitar area kantor sekedar untuk membunuh rasa kantukku.
Pasti temen-temen yang lain juga pernah merasakannya bukan..........???????

Oleh sebab itu aku ingin teman-teman simak salah satu tips berikut

SILAHKAN.............

Tips mencegah/mengurangi rasa kantuk:

1. Segera bangun saat mata sudah terbuka, jangan turuti
keinginan untuk berdiam di tempat tidur.
2.Berwudhu adalah cara yang efektif dan praktis untuk
mengurangi rasa kantuk. Selain itu, mandi insyaAllah
makin membantu mengusir kantuk yang menerpa.
3.Jika kantuk menerpa saat ibadah, ambil rehat dengan
duduk atau berdiri, tapi jangan dengan bersandar.
Hirup nafas dalam-dalam sebanyak 10-15 kali untuk
memperkaya pasokan oksigen ke otak, fokuskan mata dgn
membaca Al'quran atau buku.
4.Buat lingkungan menjadi lebih terang: jika semula
gelap, nyalakan lampu, jika semula redup, hadapkan
diri pada lampu yang lebih terang.
5.Cobalah cium wewangian serta dengarkan suara untuk
membuat linkungan tidak hening, seperti kaset, radio,
dan sebagainya. Intinya buat pancaindra tidak
"menganggur."
6.Jangan percayakan diri pada kopi atau minuman sejenis
nya. Selain tidak melatih diri, juga bisa menimbulkan
ketergantungan


Kamis, 10 Januari 2008

Masalah sertifikasi guru

Berdirilah untuk gurumu, berilah penghormatan penuh kepadanya

Hampir - hampir seorang guru itu merupakan rasul yang diutus-Nya

Apakah engkau tidak berfikir, siapa yang mulia dan agung yang membangun

dan menumbuh kembangkan jiwa dan akal

( Bait syair Syauqi )

Profesi guru itu merupakan peran yang mulia di hadapan Allah dan rasul-Nya. Ditangan gurulah aset bangsa yang bernama generasi itu ditentukan seperti apa akhlak hingga membawa keselamatan dunia dan akhirat kelak. Para guru juga berpeluang yang sangat besar untuk memperoleh pahala yang terus mengalir tiada putus-putusnya. Guru punya amal jariyah yang terus mengalir pahalanya jika para muridnya terus mengamalkan ilmu yang diajarkannya. Berdasarkan hadits Nabi SAW. yang artinya, ”Jika anak anak Adam meninggal dunia, maka semua amalannya akan terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya”.

( HR. Muslim )

Para guru saat ini harus mengembangkan kapasitas dirinya agar semakin bertindak professional. Guru yang professional harus memenuhi hal - hal berikut ini :

Pertama, mempunyai persepsi yang kuat tentang tanggung jawabnya. Persepsi yang benar melahirkan niat dan motivasi yang benar.

Kedua, guru harus selalu meningkatkan kompetensi dan keterampilan dibidangnya. Tugas dan peran guru dari hari ke hari semakin berat seiring dengan perkembangan IPTEK ( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ), guru sebagai komponen utama dalam dunia pendidikan. “Kalau gurunya gak mau nggak mau terus belajar, bagaimana? Bahwa saat ini muridnya tiap hari menonton TV dan mengakses internet.”

Ketiga, guru harus menjadi teladan yang baik di setiap ucapan dan tindakannya.

Keempat, mendoakan anak didik dalam setiap untaian doa. Tujuannya agar kita mempunyai hubungan batin yang kuat dengan Allah SWT. Agar Allah senantiasa berkenan melimpahkan hidayah kepada anak didik kita hingga menjadi anak yang cerdas dan baik.

Adanya program dari pemerintah saat ini tentang Sertifikasi Guru saya sangat mendukung sekali. Karena tanpa adanya proses sertifikasi itu, para guru tidak akan tahu apakah mereka sudah cukup qualified untuk mengajar atau belum. Tapi model portofolio yang dinilai menurut saya masih jauh dari harapan untuk menjadi guru yang professional. Karena penilaiannya hanya berdasarkan dari kerja dan karya guru pada saat yang dahulu. Padahal banyak guru - guru saat ini masih buta tentang IPTEK. Dengan IPTEK ini sebenarnya dapat memperingan guru dalam memberikan proses pembelajaran dan masih ada yang dalam proses belajar mengajar masih menggunakan cara yang sudah ketinggalan jaman.

Saya sangat perihatin sekali kalau program ini tidak ditindak lanjuti. Bagi yang sudah lolos sertifikasi dan belum dapat menggunakan media yang lain untuk proses pembelajaran, contohnya: Komputer, Video, alat peraga yang sederhana buatan sendiri, dan lain sebagainya. Sebaiknya diberikan pelatihan agar guru lebih kompeten dan terampil. Padahal murid saat ini dituntut untuk kompeten dalam menerima materi pelajaran. “Kalo gurunya tidak kompeten, apalagi dengan muridnya?